Kejadian Luar Biasa, Chandra Pastikan Penanganan Korban MBG Ditanggung Pemkab

by

PATI, Suarapatipers.id – Pemerintah Kabupaten Pati memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan dalam kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong telah mendapat penanganan. Komitmen tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Jakarta, Rabu (9/9/2026), usai menerima apresiasi untuk Kabupaten Pati sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif.

Meski saat kejadian Plt Bupati sedang berada di Jakarta namun begitu memperoleh laporan itu, Chandra langsung memimpin dan memonitor progress penanganannya secara langsung.

“Tadi saya juga video call para korban dan memastikan kondisi terkini mereka serta menyampaikan bahwa seluruh pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab”, tutur Plt Bupati.

Menurutnya, pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan belanja tidak terduga karena menyangkut keselamatan korban dan kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” kata Chandra.

Penanganan kasus dilakukan Pemkab Pati melalui koordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan. Koordinasi juga dilakukan bersama pihak sekolah serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami terus memimpin penanganan dengan terus melakukan koordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait,” ujar Chandra.

Selain penanganan korban, Pemkab Pati terus melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. Pemerintah daerah juga mengawal proses investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegas Chandra.

Data korban, menurutnya, juga akan terus di-update. Adapun laporan terbaru, hingga Kamis dini hari, korban dugaan keracunan dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati yang masih dirawat inap di rumah sakit Soewondo dan Rumah Sakit Mitra Bangsa ada sekitar 45 anak.

Pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, dengan perawat, dengan Direktur rumah sakit dan bahkan, menurut Chandra, Pemkab juga menerjunkan tenaga kesehatan untuk datang langsung ke rumah-rumah siswa yang menjadi korban.

“Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi. Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Padi, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Pati”, tutur Chandra. (HMS – Suarapatipers.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.