
PATI, Suarapatipers.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) bidang Bina Marga hingga kini belum ada tanda-tanda akan melakukan perbaikan jalan. Usut punya usut, hal tersebut dikarenakan pihak DPUTR Pati masih menyesuaikan anggaran untuk pembelian aspal di tengah lonjakan harga minyak dunia.
Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang mematangkan perubahan RAB agar proyek perbaikan jalan bisa segera berjalan. Ia menargetkan proses administrasi ini rampung dalam waktu dekat.
“Kami masih menunggu perubahan RAB karena adanya kenaikan harga BBM dan aspal. Semoga dalam maksimal dua minggu ke depan semuanya sudah siap,” ujar Hasto, Minggu 10 Mei 2026.
Melalui APBD Murni tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pati telah memetakan sebanyak 77 titik pekerjaan jalan yang tersebar di berbagai wilayah.
Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Jalan Kawedanan Kayen. Ruas jalan ini sebelumnya sempat viral di media sosial karena ditanami pohon pisang oleh warga sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan.
“Anggaran dan panjang jalan tetap sama. Solusinya, kami melakukan pengurangan pada lebar bahu jalan,” jelasnya.
Namun, akibat kenaikan harga material, DPUPR harus melakukan strategi teknis agar volume panjang jalan tidak berkurang. (RED)






